Educator Profile: Ismail Rifa'i Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)

Educator Profile: Ismail Rifa'i Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)

Educator Profile: Ismail Rifa'i Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)

GLOBAL – INDONESIA
YOUTH GLOBALISATION AWARENESS PROGRAMME (YGAP)
EDUCATOR PROFILE: Ismail Rifa’i Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)

 

Attending YGAP in 2016:

My organization FSPMI commissioned me to be a participant in YGAP. I have had many experiences during YGAP and the most memorable is that I made friends with people from different backgrounds (not just labour activists) and from different hemispheres. In addition I learned a lot about how to develop online education that can be very useful because of the geographical condition of my country, which consists of many islands.

 

=>  Organisasi saya FSPMI yang menugaskan saya untuk menjadi peserta di YGAP, Banyak Pengalaman yang saya dapat pada waktu mengikuti YGAP dan yang paling berkesan adalah saya bisa menjalin pertemanan dengan orang dari berbagai macam latar belakang yang berbeda (bukan hanya aktivis buruh) dan dari  belahan dunia yang berbeda. selain itu juga saya banyak mendapatkan masukan tentang bagaimana cara mengembangkan pendidikan Online yang bisa sangat bermanfaat dikarenakan kondisi geografis negara saya yang terdiri dari banyak pulau.

 

My work life:

I work in two places, the first is in a Japanese electronics company, and the second is at FSPM as Vice Chairman of Education. As a labour activist it is possible for me to work in two places. I worked in the electronics company from 7:00 am to 12:00 am, then I came to the office at FSPMI in Bekasi at 14.00 because it takes 1 hour from the company to FSPMI office, and I work at FSPMI every day until 20.00. The challenges are many, but the main thing is to educate workers who are not aware of their rights. To get the workers in the companies that are members of FSPMI to understand the function of the workers’ union, and contribute is the toughest challenge.

 

=> Saya bekerja di dua tempat, yang pertama di sebuah perusahaan elektronik asal jepang, dan yang kedua saya juga bekerja di FSPM sebagai Wakil ketua Bidang Pendidikan. sebagai seorang aktivis buruh memang memungkinkan untuk saya bekerja di dua tempat tersebut. saya bekerja di Perusahaan elektronik tersebut dari jam 07.00 pagi hingga jam 12.00, kemudian saya datang ke kantor. FSPMI di Bekasi jam 14.00 karena butuh 1 jam dari perusahaan menuju kantor FSPMI, saya bekerja di FSPMI setiap harinya hingga 20.00.  Tantangannya tentu banyak tapi yang paling utama adalah menyadarkan buruh yang belum sadar akan posisinya. bagaimana cara agar para pekerja di perusahaan-perusahaan yang menjadi anggota FSPMI mengerti tentang apa itu SErikat Pekerja dan fungsinya adalah tantangan terberat karena banyak faktor yang memnghalangi para pekerja di indonesia untuk bisa berkontribusi pada serikat pekerja.

 

Did YGAP Influence how you work?

Sure, because of YGAP I know the condition of other countries, and how they organise to change the situation. Also I can understand how workers’education should be done.

 

=> Tentu, karena dari YGAP saya bisa tahu kondisi negara2 lain, dan bagaimana cara mereka merubah keadaan. dan dari YGAP pula saya bisa paham tentang bagaimana pendidikan terhadap pekerja harusnya dilakukan.

 

Why is workers’ education important?

Education for workers is essential so that workers can gain knowledge of their position in the social, political and economic structures. This is so that workers can develop themselves in order to achieve wellbeing for themselves and their families.

 

=> Pendidikan bagi pekerja sangat penting agar para pekerja bisa mengenali diri mereka sendiri, mengetahui dimana posisi mereka dalam struktur sosial, politik maupun ekonomi, sehingga pekerja bisa mengembangkan diri mereka sendiri demi mencapai kesejahteraan bagi Pekerja dan keluarganya.

 

What do you think of the study circles methodology?

The study circles method is new to me, usually in Indonesia worker educators use lectures, group discussions and some other methods, but I have never used a study circle.  YGAP was the first time I was exposed to the methodology.

 

=> Metode Study Circles adalah hal baru bagi saya, karena biasanya di indonesia pendidikan bagi pekerja menggunakan metode ceramah, diskusi kelompok dan beberapa metode lain, tetapi saya belum pernah menggunakan study circle. Dan di YGAP saya baru tahu tentang study circles.

What worker education programmes will you be doing with FSPMI this year?

In this year there are many educational programs that I will do. The next one is basic education for new union members, on the island of Borneo in August 2017, then education for organising in September in Bund, and then in October education on wages in Bekasi. In November we have basic education for new union members again on the island of Sumatera. Every month is filled with education programmes for workers.

 

=> Di tahun ini sebenarnya banyak program pendidikan yang harus saya lakukan, dan yang terdekat adalah Pendidikan dasar Serikat Pekerja yang harus di adakan untuk anggota baru di pulau kalimantan pada bulan agustus 2017, dan pendidikan organizer di bekasi pada bulan september, lalu di bulan oktober ada pendidikan tentang pengupahan di bekasi, dan pada bulan november ada pendidikan dasar untuk anggota baru di pulau sumatera. setiap bulannya memang banyak agenda tentang pendidikan yang harus saya buat.